Hidup adalah mencari. Tak perlu tau apa yang dicari dan apa yang akan ditemukan pada akhirnya. Proses mencari itulah seni hidup. Satu hal mutlak, manusia mencari kesenangan, kebahagiaan, tertawa, serta mencari sesuatu yang hilang. Menurut Epicuru, seorang filsuf klasik, manusia ditakdirkan meminimalkan pain dan memaksimalkan pleasure.Manusia pada kenyataannya pengejar pleasure. Ini mungkin bisa diartikan semua manusia adalah hedonis, meskipun hedonisme lebih cenderung ditujukan kepada pleasure lahiriah, kesenangan tubuh.
Semua kesenangan tubuh adalah kesenangan jiwa. Sedangkan kesenangan jiwa belum tentu menyenangkan tubuh. Orang berpuasa, menahan lapar, haus, telah menyalibkan kesenangan tubuhnya demi kesenangan jiwa. Kesenangan jiwa karena dirinya telah mencapai kemanusiaan yang lebih baik. Lalu apa kaitannnya dengan yang pasti kan kutemukan??? Entahlah aku juga bingung. Ini merupakan kesulitan terbesarku. Menghubungkan antar paragraf, antar kalimat, judul dengan isi tulisan. Cenderung seenaknya. Tidak beraturan. Tapi punya satu tujuan, yang penting tersampaikan. Lega. Jadi teringat, kata-kata dari salah seorang dosen pengujiku, “Kalimat-kalimat kamu ini gantung semua! Coba lihat di latar belakang paragraf…..pada kalimat….”. hhmmmfff…
Dan saat ini pencarianku tertuju pada bingkai fotoku yang raib dari peraduannya, sendal jepit putih yang entah di mana dan downloadan ku…..
So, aku akan menganalisa barang-barang yang telah meninggalkanku tersebut.
Pertama, bingkai foto. [ciieee…dah punya foto neh?] itulah, baru sekali majang foto di dalam lemari, eehhh malah ilang… Hayo siapa yang berani buka-buka lemariku???!! Benci aku. Bingkai foto kesayangan dan satu-satunya. Hiks!! Hiks!! Aahhh.. sudahlah aku tidak mau menebak-nebak.. mungkin saja sudah takdirnya dia meninggalkanku. Tapi klo masih rejeki, suatu saat nanti pasti kan ku temukan n dia akan kembali ke pelukanku, eh bukan ding ke dalam lemariku maksudnya…
Kedua, sendal jepit. Masya Allah tega nian oiiyyy… sendal jepit ajah dicuri. Apakah tidak ada benda lain yang lebih layak untuk dicuri. Sendal jepitku yang malang… engkaulah selama ini yang menemani langkah-langkah perjuanganku. Melintasi bukit, lembah, panas terik membara mentari di siang yang menggelora..[Whah.. apa-an ini?? Lebay!]. Tapi, kemarin ku lihat engkau di kaki nya.. itu sendalku bukan yaaaa….. ???
Ketiga, file-file downloadan web services-ku. Ini nih yang gak tau ke mana. Udah tak bongkar-bongkar seabreg folder-folder yang berjejer rapih, tapi tak jua kutemukan. So, I must back to warnet again deh…
Walau ku tak tau kalian berada di mana., tapi ku yakin malam masih kan datang dan langit kan tetap biru [lhoh..lhoh…apa hubungannya yak??].
Baca Selengkapnya...